Program TFWoF, Edukasi Hutan untuk Generasi Muda

Program TFWoF, Edukasi Hutan untuk Generasi Muda

 


Pelalawan.Portalriau.com.JAKARTA - Hutan Indonesia termasuk salah satu yang terluas di dunia. Dikenal sebagai paru-paru dunia, hutan ini harus dijaga sebaik mungkin demi kelangsungan masa depan bangsa. Untuk itu, diperlukan sejumlah aksi nyata agar laju kerusakan hutan dapat dihentikan. Salah satunya melalui kegiatan memperkenalkan pesona hutan Indonesia sejak dini bagi para generasi muda atau The Fascinating World of Forestry (TFWoF) Programne. Program TFWoF akan memperkenalkan dan memberikan pengalaman langsung kepada para pelajar tentang dunia kehutanan.


Program yang dimulai sejak tahun 2015 lalu, digagas oleh Asia Pacific Resources International Limited (APRIL) Group. Hingga tahun 2017 saja, TFWoF telah diikuti sebanyak 700 siswa dari 12 sekolah dan Perguruan Tinggi di Jakarta.


Director of Corporate Affairs APRIL, Agung Laksamana, menjelaskan program ini ditujukan bagi generasi muda atau pelajar untuk memperkenalkan dunia kehutanan dengan pengelolaan yang berkelanjutan dan bertanggung jawab.


"Menjadi sebuah kewajiban bagi generasi muda untuk memahami arti penting hutan serta aspek lingkungan, terutama kesadaran pentingnya peran hutan dalam kehidupan sehari-hari," ujar Agung, Sabtu (14/4) di Jakarta.


Sederetan kegiatan TFWoF di antaranya, School Visit atau kunjungan ke sekolah atau perguruan tinggi. Dalam kunjungan ini juga digelar diskusi dengan mengundang pembicara ahli di bidang kehutanan. Salah satu topik penting yang dibahas yakni pengelolaan hutan secara bertanggung jawab dan kolaborasi dengan masyarakat setempat.


Selain itu, TFWoF juga mengajak para pelajar tersebut berkunjung langsung ke lapangan (Fieldtrip). Salah satunya melihat penerapan praktik terbaik (best practice) dalam pengelolaan hutan tanaman, mulai dari Pembibitan (Nursery) hingga Produksi. Dalam Fieldtrip tersebut para peserta dapat mengetahui langsung proses pembuatan bubur kertas (pulp) dan kertas di pabrik PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) yang terletak di Kota Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau.


Diharapkan selama mengikuti program TFWoF ini, dapat menambah wawasan para generasi muda, tentang pentingnya menjaga hutan dari berbagai ancaman deforestasi, di antaranya Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla), Pertambangan Liar (Illegal Mining), Perambahan atau Pembalakan Liar (Illegal Logging), dan sebagainya demi kemajuan bangsa di bidang kehutanan dan lingkungan.(rls/md)

Berita Terkait

Pergantian Antar Waktu, Muslimin Hadi Wibowo Dilantik Gantikan Almarhum Polma Tambunan

Labuhanbatu, Portalriau.com- Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Labuhanbatu secara resmi melantik Muslimin Hadi Wibowo sebagai anggota DPRD melalui mekanisme Penggantian Antar Waktu (PAW) tahun…...

7 Rekomendasi Film Korea Romantis dengan Kisah Cinta yang Bikin Baper

Film Korea romantis selalu punya cara tersendiri untuk membuat penonton ikut terbawa perasaan. Ada kisah cinta pertama yang penuh kenangan, hubungan yang diuji oleh keadaan,…...

Depi Rusdianto Siap Mengadu ke Dewan Pers, Namanya dicatut di Media Online

BENGKALIS, – Portalriau.com-- Depi Rusdianto, Hulubalang Tameng Adat Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Bathin Solapan, menyatakan keberatan atas pemberitaan yang beredar di sejumlah media online…...

Peringati Hari Pangan Nasional, Pemkab Labuhanbatu Gelar Gerakan Pasar Murah di Rantau Selatan

Labuhanbatu, Portalriau.com- Turut berpartisipasi di Hari Pangan Nasional, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Labuhanbatu di bawah kepemimpinan Bupati dr. Hj. Maya Hasmita, Sp.OG, melaksanakan Gerakan Pasar Murah…...

Hari Santri 2026, Wabup Tegaskan Santri Harus Menguasai Teknologi Dan Berperan Menuju Indonesia Emas

Labuhanbatu, Portalriau.com- Wakil Bupati Labuhanbatu H. Jamri ST, mengatakan hari santri 2026, mengusung tema "Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas". Hal tersebut disampaikan Wakil Bupati…...