Tokoh Masyarakat Bangun Purba Desak Pemprov Riau Tuntas Perbatasan Tangun-Palas

Tokoh Masyarakat Bangun Purba Desak Pemprov Riau Tuntas Perbatasan Tangun-Palas

ROKAN HULU-Tokoh masyarakat Kecamatan Bangun Purba Ardiman Daulay, meminta kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau supaya menyelesaiakn konflik perbatasan antara Desa Tangun-Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) dengan Kecamatan Huta Raja Tinggi (Huragi) Kabupaten Padang Lawas (Palas).

Informasi ini disampaikan, Ardiman Daulay Mantan Anggota DPRD Rohul dari Partai PAN, Rabu (18/11), dirinya berharap supaya persoalan itu bisa diselesaikan, supaya nanti tidak terjadi konflik berkepanjangan di tengah-tengah masyarakat.

"Memang sejak pendirian perusahaan tersebut, tahun 1999 lalu, itu sudah bermalah, namun hingga kini tidak ada ketegasan dari pihak Pemprov Riau, sehingga konflik tetap ada seperti api dalam sekam," ujarnya.

Lanjutnya, sebenarnya di sana ada perusahaan Kelapa Sawit berdiri, yakni PT Permata Hijau Sawait (PHS), perusahaan izin di Provinsi Sumatera Utara (Sumut), namun keberadaannya di Rohul, Provinsi Riau. Jika itu termanfaatkan secara optimal setidaknya Corporate Social Responsiblity (CSR) 20 persen bisa dimanfaatkan masyarakat tempatan.

"Kami atas nama masyarakat Bangun Purba, khususnya Rohul mendesak Pemprov Riau supaya menyelesaikan itu, sebab secara tidak langsung jika izinnya di Sumut otomatis akan merugikan bumi Lancang Kuning," ungkapnya.

Di tempat yang sama, Kapolres Rohul AKBP Pitoyo Agung Yuwono melalui Kapolsek Rambah AKP Masjang Efendi menghimbau kepada masyarakat supaya sama-sama menahan dirinya. Sebab jika terjadi bentrok yang rugi masyarakat itu sendiri.

"Kita harus menggunakan komunikasi yang konstruktif, sebab kalau terjadi bentrok fisik yang rugi itu masyarakat sendiri, apalagi jika terjadi korban, maka yang rugi itu masyarakat itu sendiri, jadi kita minta seluruh aspek masyarakat supaya mengedepankan Kamtibmas," tukasnya.

Sedangkan, Camat Bangun Purba, mengaku tidak bisa berbuat banyak, karena itu murni wewenang dari Pemprov Riau, cuma hanya bisa menghimbau masyarakat supaya bisa menahan diri, jangan termakan isu yang sifatnya provokatif.

"Kita serahkan urusannya kepada pemerintah, karena jika bertindak di luar jangkauan hukum yang rugi itu masyarakat juga, jadi semuanya harus bisa menahan diri," pungkasnya (dpr/ram)

Berita Terkait

Depi Rusdianto Siap Mengadu ke Dewan Pers, Namanya dicatut di Media Online

BENGKALIS, – Portalriau.com-- Depi Rusdianto, Hulubalang Tameng Adat Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Bathin Solapan, menyatakan keberatan atas pemberitaan yang beredar di sejumlah media online…...

Peringati Hari Pangan Nasional, Pemkab Labuhanbatu Gelar Gerakan Pasar Murah di Rantau Selatan

Labuhanbatu, Portalriau.com- Turut berpartisipasi di Hari Pangan Nasional, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Labuhanbatu di bawah kepemimpinan Bupati dr. Hj. Maya Hasmita, Sp.OG, melaksanakan Gerakan Pasar Murah…...

Hari Santri 2026, Wabup Tegaskan Santri Harus Menguasai Teknologi Dan Berperan Menuju Indonesia Emas

Labuhanbatu, Portalriau.com- Wakil Bupati Labuhanbatu H. Jamri ST, mengatakan hari santri 2026, mengusung tema "Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas". Hal tersebut disampaikan Wakil Bupati…...

Merajut Keberagaman di Bumi Ikabina En Pabolo, Malam Seni Budaya Labuhanbatu Pukau Ribuan Warga

Labuhanbatu,Portalriau.com- Kemeriahan Hari Jadi Kabupaten Labuhanbatu ke-81 tahun 2026 berlangsung semarak dan penuh khidmat. Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu menggelar Malam Pagelaran Seni dan Budaya yang dipusatkan…...

Semarakkan HUT ke-81 Pemkab Labuhanbatu, Ribuan Masyarakat Panai Tengah Antusias Ikuti Jalan Santai

Labuhanbatu, Portalriau.com- Ribuan warga Kecamatan Panai Tengah memadati Lapangan Ika La Iya, Labuhanbilik, pada Minggu (11/10/2026). Kehadiran masyarakat yang antusias ini dalam rangka mengikuti kegiatan…...